<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Susu Kedelai Otomatis</title>
	<link>http://sarikedelai.indoweblog.com</link>
	<description>Hadirkan Minuman Sehat Bergizi Untuk Sekeluarga</description>
	<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:23:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Susu Kedelai Cepat Saji Buatan Suharsi, Rasa Lezat, Omzet Melesat</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/24/susu-kedelai-cepat-saji-buatan-suharsi-rasa-lezat-omzet-melesat/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/24/susu-kedelai-cepat-saji-buatan-suharsi-rasa-lezat-omzet-melesat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:06:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Susu Kedelai]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<category><![CDATA[Peluang Usaha]]></category>

		<category><![CDATA[Usaha Sampingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/24/susu-kedelai-cepat-saji-buatan-suharsi-rasa-lezat-omzet-melesat/</guid>
		<description><![CDATA[
Sumber: Jawa Pos [ Minggu, 24 Agustus 2008 ]
Susu Kedelai Cepat Saji Buatan Suharsi
Rasa Lezat, Omzet Melesat
(memakai mesin otomatis Susu Kedelai / SoyaMilk Maker Kinichi)*
Susu kedelai memang alternatif yang banyak dicari sebagai pengganti susu sapi. Selain rasanya nikmat dan biaya lebih murah, susu kedelai memiliki kadar protein yang sangat tinggi. Di tangan Suharsi, susu kedelai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_t3HV3tQ3v9Y/SNh98XFYygI/AAAAAAAAALw/lfl4g58oiR0/s1600-h/suharsi.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_t3HV3tQ3v9Y/SNh98XFYygI/AAAAAAAAALw/lfl4g58oiR0/s320/suharsi.jpg" border="0" /></a><br />
Sumber: Jawa Pos [ Minggu, 24 Agustus 2008 ]<br />
Susu Kedelai Cepat Saji Buatan Suharsi<br />
Rasa Lezat, Omzet Melesat<br />
<strong><em>(memakai mesin otomatis Susu Kedelai / SoyaMilk Maker Kinichi)*</em></strong></p>
<p><strong><em><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/06/komposisi-susu-kedelai-dengan-susu-sapi.html">Susu kedelai memang alternatif yang banyak dicari sebagai pengganti susu sapi</a></em></strong>. Selain rasanya nikmat dan biaya lebih murah, susu kedelai memiliki kadar protein yang sangat tinggi. Di tangan Suharsi, susu kedelai tersebut tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari. Perempuan kelahiran 1 Maret 1948 itu juga menjadikannya sebagai <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/04/usaha-rumahan-susu-kedelai.html">bisnis sampingan yang menguntungkan</a></strong></em>.</p>
<p>Suharsi baru mengenal cara membuat susu kedelai sekitar satu setengah tahun lalu. Seorang teman mengatakan, <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/04/cara-membuat-susu-kedelai-dengan-mesin.html">membuat susu kedelai gampang</a></strong></em>. Bahkan, itu bisa dijadikan bisnis yang cukup menghasilkan. Tertarik, perempuan berjilbab itu lantas mengikuti pelatihan pembuatan susu kedelai di daerah Manyar. &#8220;Ternyata, bikinnya mudah. Hasil jadinya enak,&#8221; katanya.</p>
<p>Bahan pembuat susu kedelai itu, menurut Suharsi, sangat mudah didapat. Terdiri atas kedelai, air, pandan, gula, dan garam. Untuk membuatnya, kedelai direndam selama 6-10 jam terlebih dahulu sebelum diolah. Merendamnya harus tepat di antara tempo tersebut. Tidak boleh kurang dari enam jam atau lebih dari sepuluh jam. Kurang atau lebih waktu perendaman itu akan berpengaruh terhadap sari kedelai. &#8220;Rasanya akan tidak begitu sedap,&#8221; jelas Suharsi.</p>
<p>Cita rasa susu kedelai ditentukan oleh jenis kedelai yang digunakan. Bila ingin mendapatkan kedelai dengan rasa yang enak, Suharsi menyarankan menggunakan <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/04/memilih-kedelai-untuk-susu-kedelai.html">kedelai impor</a></strong></em>.</p>
<p>Setelah direndam, kedelai diblender bersama dengan air. Tapi, blender yang digunakan bukan blender biasa. Melainkan <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/04/mesin-instan-membuat-susu-kedelai.html">blender khusus</a></strong></em> untuk <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/04/membuat-sari-kacang-kedelai.html">membuat susu kedelai</a></strong></em>. <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/08/spesifikasi-produk-soymilk-maker.html">Fisik blender</a></strong></em> tersebut memang terlihat berbeda. Blender itu terdiri atas dua bagian. Yaitu, pisau penghalus yang dilengkapi dengan saringan dan pemanas (heater). Jadi, begitu kedelai usai dihaluskan, sari air yang keluar dari blender tersebut bisa langsung dikonsumsi. Tidak perlu merebus lagi.</p>
<p>Saat penghalusan, imbuh Suharsi, daun pandan bisa dimasukkan. Daun pandan berfungsi sebagi pemberi aroma wangi sekaligus menghilangkan bau langu kedelai. Setelah dihaluskan, air kedelai yang sudah berubah menjadi susu kedelai itu disaring ulang menggunakan kain organdi.</p>
<p>Tujuannya, air kedelai benar-benar terbebas dari serat. Setelah itu, tambahkan gula dan garam sebagai perasa. Biasanya, Suharsi menyajikan susu kedelai dalam bentuk putih biasa. Namun, adakalanya juga ditambah dengan beragam perasa sintetis (essence). Mulai stroberi, cokelat, ataupun rasa lainnya. Caranya mudah. Hanya tinggal memasukkan essence tadi ke larutan susu kedelai yang sudah jadi. &#8220;Cucu saya paling seneng susu kedelai yang ada rasanya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain dinikmati sendiri, susu kedelai dijadikan <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/04/kalkulasi-biaya-produksi-sari-kedelai-2.html">bisnis sampingan</a></strong></em> oleh Suharsi. Menurut dia, bisnis tersebut cukup menghasilkan. Setidaknya, dalam sekali jual, bila modal yang digunakan Rp 50 ribu, laba yang didapat bisa separonya. &#8220;Sekarang, karena semua serba naik, labanya sedikit turun. Nggak masalah lah yang penting masih untung,&#8221; jelas perempuan yang tinggal di kawasan Kedungasem tersebut.</p>
<p>Suharsi menjual <em><strong><a href="http://sarikedelai.blogspot.com/2008/04/market-pemasaran-sari-kedelai.html">susu kedelai buatannya itu di toko-toko dekat rumah</a></strong></em>. Kadang juga dititpkan di sekolah-sekolah. Suharsi pun kerap menerima pesanan hingga berbotol-botol jumlahnya. &#8220;Biasanya, yang kerap pesan ya tetangga sini, seusia saya. Mereka biasanya demen susu kedelai yang dicampur sama jahe merah,&#8221; kata istri (alm) Hardjono itu.</p>
<p>Menjalankan usaha tersebut, Suharsi dibantu putri keduanya, Reni Wahyuningtias. Namun, sejak putri keduanya hamil, usahanya berhenti sementara. &#8220;Ini mau mulai beroperasi lagi. Anak saya sudah melahirkan. Nanti begitu cucu umur dua bulan, saya mulai lagi,&#8221; ucap perempuan yang masih tetap aktif bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan asuransi itu. (ign/ayi)</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F09%2F24%2Fsusu-kedelai-cepat-saji-buatan-suharsi-rasa-lezat-omzet-melesat%2F';
  addthis_title  = 'Susu+Kedelai+Cepat+Saji+Buatan+Suharsi%2C+Rasa+Lezat%2C+Omzet+Melesat';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/24/susu-kedelai-cepat-saji-buatan-suharsi-rasa-lezat-omzet-melesat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sel Tak Sehat Picu Kanker</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/sel-tak-sehat-picu-kanker/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/sel-tak-sehat-picu-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 00:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/sel-tak-sehat-picu-kanker/</guid>
		<description><![CDATA[Jawa Pos, Senin, 01 September 2008
&#160;
Sebisa-bisanya Hindari Trauma
BAHASAN mengenai kanker, banyak yang terpancang pada &#8221;penyakit&#8221; atau faktor risiko saja. Persoalan mengenai bagaimana kanker muncul bisa jadi belum banyak yang mengerti. Dokter Ananto Sidohutomo MARS, pimpinan Pusat Deteksi Dini Kanker Prof Roem Soedoko, mengatakan bahwa kanker berhubungan erat dengan sel.
Di dalam tubuh manusia, jelas dia, terdapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jawa Pos, Senin, 01 September 2008</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sebisa-bisanya Hindari Trauma</strong></p>
<p><strong>BAHASAN</strong> mengenai kanker, banyak yang terpancang pada &#8221;penyakit&#8221; atau faktor risiko saja. Persoalan mengenai bagaimana kanker muncul bisa jadi belum banyak yang mengerti. Dokter Ananto Sidohutomo MARS, pimpinan Pusat Deteksi Dini Kanker Prof Roem Soedoko, mengatakan bahwa kanker berhubungan erat dengan sel.</p>
<p>Di dalam tubuh manusia, jelas dia, terdapat miliaran sel. Pada kasus kanker, sel tubuh babak belur. Sel banyak mendapat trauma (<em>multi hit trauma</em>) dari segala arah. Trauma itu bisa berasal dari serangan bakteri, jamur, atau parasit yang masuk dan menginfeksi ke dalam tubuh. Bisa juga berupa trauma (benturan) dalam arti yang sesungguhnya. Misalnya, payudara yang kerap tebentur benda keras. &#8221;Termasuk pemanfaatan hormon. Ini juga bisa menjadi trauma pada sel,&#8221; ujar Ananto.</p>
<p>Kondisi sel yang tidak sehat berimbas pada bagian-bagian di dalamnya. Mulai dinding sel, nukleus (inti sel), nukleolus (inti anak sel), sitoplasma, hingga susunan organel-organel sel berubah. Perubahan tersebut berpengaruh pada DNA yang terdapat di inti anak sel.</p>
<p>Padahal, sel sehat mempunyai rangkaian DNA bersifat proto-onkogen. Karena perubahan struktur sel, sifat rangkaian DNA berubah menjadi onkogen. Mutasi itu membuat DNA &#8221;memerintah&#8221; sel membelah diri lebih cepat. Kecepatannya bisa 10-20 kali dari sel normal. Pembelahan tidak terkendali itulah yang disebut kanker. &#8221;Pembelahan ini tidak bisa dihentikan. Kecuali jika sel superaktif itu diambil dari dalam tubuh,&#8221; imbuh Ananto.</p>
<p>Persoalan kanker sering rancu dengan tumor. Menurut Ananto, tumor bisa diartikan sebagai benjolan tidak normal yang bercokol pada organ tubuh. Disebut tidak normal karena tubuh kita banyak memiliki &#8221;benjolan&#8221; alami. &#8221;Hidung misalnya. Itu benjolan <em>kan</em>? Tapi, tidak disebut tumor,&#8221; katanya.</p>
<p>Lain halnya ketika kepala seseorang terbentur hingga muncul benjolan. Kondisi tersebut masuk kategori tumor. &#8221;Digolongkan sebagai tumor jinak karena tidak berbahaya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sedangkan pada kanker, sel yang terbelah cepat tadi mengumpul, lantas membentuk sebuah jaringan. &#8221;Bedanya, benjolan pada kanker bersifat ganas,&#8221; jelasnya.</p>
<p><em>Nah</em>, bagaimana kiat supaya tak terkena kanker? &#8221;Jaga sel supaya tetap sehat,&#8221; saran Ananto. Caranya, minimalisasi paparan dengan jamur, parasit, atau bakteri supaya tidak masuk ke tubuh. Hindari pula penggunaan hormon. &#8221;Sebaik-baiknya hormon adalah hormon yang diproduksi alami oleh tubuh,&#8221; tuturnya. <strong>(ign/nda)</strong>&#8212;&#8211;</p>
<p>INGIN SEL ANDA SELALU SEHAT?</p>
<p>Disini solusinya, terapi dengan Jus yang telah memiliki 27 paten dunia yang mampu merevitalisai/meregenerasi sel dan membantu penyembuhan berbagai macam penyakit kronis. Mau ORDER   silahkan kontak</p>
<p>Tlp/sms saya: 08886144805,  email:    thidayanto {at} gmail {dot} com</p>
<p>atau klik <a href="http://nonismart.co.cc"><strong>DISINI </strong></a></p>
<p>http://nonismart.co.cc</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F09%2F09%2Fsel-tak-sehat-picu-kanker%2F';
  addthis_title  = 'Sel+Tak+Sehat+Picu+Kanker';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/sel-tak-sehat-picu-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jus Mengkudu Atasi Tumor Nasofaring</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/jus-mengkudu-atasi-tumor-nasofaring/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/jus-mengkudu-atasi-tumor-nasofaring/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 00:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/jus-mengkudu-atasi-tumor-nasofaring/</guid>
		<description><![CDATA[ Jawa Pos, Jum&#8217;at, 22 Agustus 2008
Jus Mengkudu Atasi Tumor Nasofaring Sebuah tumor bercokol di area nasofaring (perbatasan antara hidung tenggorok) Madiun Sukaji. Tumor tersebut muncul sejak Madiun muda. &#8221;Mungkin sekitar 1970-an. Saya lupa tepatnya,&#8221; kenangnya.  Menurut dokter, tumor itu tergolong jinak. Meski begitu, gejala yang ditimbulkan, bila kambuh, cukup mengganggu. Area nasofaring Madiun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Jawa Pos, Jum&#8217;at, 22 Agustus 2008</p>
<p>Jus Mengkudu Atasi Tumor Nasofaring Sebuah tumor bercokol di area nasofaring (perbatasan antara hidung tenggorok) Madiun Sukaji. Tumor tersebut muncul sejak Madiun muda. &#8221;Mungkin sekitar 1970-an. Saya lupa tepatnya,&#8221; kenangnya.  Menurut dokter, tumor itu tergolong jinak. Meski begitu, gejala yang ditimbulkan, bila kambuh, cukup mengganggu. Area nasofaring Madiun membengkak, suara menjadi serak, dan hidung berlendir.  Akibatnya, Madiun sulit bernapas dan berbicara. Madiun tidak tahu pasti mengapa dokter tidak membedah tumornya tersebut. Mantan direktur PTP Nusantara I Aceh itu hanya disarankan melakukan radiasi. &#8220;Istilahnya dibakar. Setiap kali kambuh, tumor dibakar supaya gejalanya berhenti,&#8221; jelasnya.  Selain radiasi, Madiun dibantu obat-obatan antibiotik jenis terbagus. Namun, langkah itu hanya mengatasi gangguan untuk sementara. Setelah beberapa waktu, gangguan tumor akan muncul lagi dan menimbulkan gejala yang sama.  Madiun pernah menemukan cara lain untuk mengenyahkan gejala tumor itu. Yaitu, mengonsumsi jus apel. Usaha tersebut tergolong ampuh. Setidaknya, dia jadi tak perlu sering-sering melakukan radiasi. Sebab, tumornya itu jarang kambuh. Kalaupun sedang kumat, keluhan yang dirasakan bisa cepat mereda. &#8220;Saya minum sehari dua kali. Begitu lupa, sehari saja hidung langsung kambuh,&#8221; katanya.  Suatu saat, oleh seorang teman, Madiun disarankan mencoba minum jus mengkudu kemasan. Merasakan manfaat yang lebih besar, dia lantas beralih hingga sekarang. &#8220;Gejala tumor terus mereda. Bahkan, rasanya sudah tak sebesar dulu. Ditelateni saja minumnya. Penyembuhan kan tidak bisa instan,&#8221; katanya.  Meski memiliki tumor, secara keseluruhan kesehatan Madiun tergolong prima di usianya kini. Rahasianya hanya satu. Rutin olahraga. Setiap pagi, dia memulai hari dengan berjalan pagi selama satu jam. Rutenya sekitar rumah saja. &#8220;Kadang di sela aktivitas jalan pagi, saya bertemu dengan teman-teman Prateng,&#8221; ujarnya. Prateng merupakan Perkumpulan Jalan Sehat Prapen Tenggilis.  Setelah jalan pagi, Madiun melanjutkan dengan senam dan yoga di rumah. Untuk senam, Madiun melakukan gerakan ringan-ringan saja. Tidak terlalu ritmik namun bisa menggerakkan seluruh sendi tubuh. Begitu pun dengan yoga, Madiun melakukan gerakan yang memungkinkan untuk tubuhnya. Madiun berlatih yoga secara otodidak dari buku Yoga for Stress. &#8220;Setelah beryoga, tubuh terasa lebih segar. Maka, setiap hari saya berusaha tak meninggalkan yoga,&#8221; tuturnya. (ign/ayi)</p>
<p>&#8212;Bagi yang membutuhkan Jus Mengkudu ini bisa kontak saya</p>
<p>Taufik :  08886144805  atau email:    thidayanto {at} gmail {dot} com</p>
<p>atau kunjungi dulu di  http://nonismart.co.cc</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F09%2F09%2Fjus-mengkudu-atasi-tumor-nasofaring%2F';
  addthis_title  = 'Jus+Mengkudu+Atasi+Tumor+Nasofaring';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/09/09/jus-mengkudu-atasi-tumor-nasofaring/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari Mengeluh Sakit</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/hindari-mengeluh-sakit/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/hindari-mengeluh-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 14:56:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/hindari-mengeluh-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Banyak kekhawatiran yang sering muncul ketika usia mulai memasuki kepala lima. Takut sakit-sakitan, takut melihat kerut-kerut yang mulai muncul, sampai takut tak bisa menikmati hidup. Menurut Debra Maria Rumpesak, pakar aura and cakra healing, perasaan seperti itu justru malah mengantarkan orang semakin rentan terhadap penyakit.
&#8220;Kekhawatiran yang melanda orang-orang paro baya menyebabkan hidup menjadi tidak seimbang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Banyak kekhawatiran yang sering muncul ketika usia mulai memasuki kepala lima. Takut sakit-sakitan, takut melihat kerut-kerut yang mulai muncul, sampai takut tak bisa menikmati hidup. Menurut Debra Maria Rumpesak, pakar <em>aura and cakra healing</em>, perasaan seperti itu justru malah mengantarkan orang semakin rentan terhadap penyakit.</p>
<p>&#8220;Kekhawatiran yang melanda orang-orang paro baya menyebabkan hidup menjadi tidak seimbang. Dampaknya stres dan akhirnya penyakit pun mudah menyerang,&#8221; ujar Debra.</p>
<p>Satu lagi kesalahan yang umumnya dilakukan warga <em>Evergreen</em> adalah kebiasaan mengeluhkan penyakit. Bahkan, beberapa di antara mereka sampai pada tingkat mendramatisasi penyakit itu.</p>
<p>&#8220;Kebiasaan tersebut dilakukan untuk mendapat simpati dari orang di sekitarnya. Padahal, penyakit yang diderita tergolong ringan. Akibatnya, penyakit yang mereka derita malah semakin parah,&#8221; lanjut lulusan Energy Healing Edgar Cayce Institute Virginia Beach, AS, itu.</p>
<p>Debra menambahkan, kebiasaan berkeluh kesah tersebut mampu memancing alam bawah sadar untuk bereaksi. &#8220;Di dalam tubuh kita terdapat 100.000 miliar sel. Jika kita terus membayangkan diri kita sakit, hasilnya, kita malah tambah sakit,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selalu berpikiran dan membayangkan segala sesuatu dengan positif adalah awal untuk mencapai hidup sehat dan bahagia. Setelah itu, untuk menjaga kesegaran tubuh, relaksasi ala <em>aura and cakra healing </em>bisa diterapkan. Tingkat intensitas relaksasi bagi warga <em>Evergreen </em>disarankan lebih tinggi daripada orang-orang usia bawah 50 tahun.</p>
<p>&#8220;Disarankan bagi mereka, melakukan relaksasi sesering mungkin dalam keadaan apa pun. Relaksasi itu hampir sama dengan men-<em>charge</em> energi,&#8221; jelas Debra.</p>
<p>Kunci paling penting dalam hidup ialah menikmati apa yang dimiliki dan ikhlas. &#8220;Dengan sendirinya, alam semesta akan mengikuti perasaan positif itu,&#8221; tuturnya.  JawaPos.<strong>(ken/ayi)</strong></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F07%2F01%2Fhindari-mengeluh-sakit%2F';
  addthis_title  = 'Hindari+Mengeluh+Sakit';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/hindari-mengeluh-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kalahkan Darah Tinggi dengan Mentimun</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/kalahkan-darah-tinggi-dengan-mentimun/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/kalahkan-darah-tinggi-dengan-mentimun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 14:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/kalahkan-darah-tinggi-dengan-mentimun/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Dalam satu minggu, D. Zawawi Imron pasti punya jadwal keluar kota. Entah dalam rangka mengisi pengajian, orasi budaya, atau dosen tamu. Kota yang dituju pun berbagai macam. Mulai Jogjakarta, Gorontalo, hingga Aceh.
Meski memiliki tekanan darah tinggi, pria yang saat ini tinggal di Batangbatang, Sumenep, Madura, itu mengaku tak pernah terganggu dengan kondisi tersebut. &#8221;Tekanan darah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam satu minggu, D. Zawawi Imron pasti punya jadwal keluar kota. Entah dalam rangka mengisi pengajian, orasi budaya, atau dosen tamu. Kota yang dituju pun berbagai macam. Mulai Jogjakarta, Gorontalo, hingga Aceh.</p>
<p>Meski memiliki tekanan darah tinggi, pria yang saat ini tinggal di Batangbatang, Sumenep, Madura, itu mengaku tak pernah terganggu dengan kondisi tersebut. &#8221;Tekanan darah saya 170. Orang bilang, tekanan sebesar itu tidak terlalu tinggi. Bagi saya, itu sudah tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk menyiasati, Zawawi selalu menyempatkan diri untuk mengonsumsi mentimun dan bawang putih. Kalau sedang ada di rumah, satu mentimun ukuran kecil langsung tandas. Takarannya sehari satu kali.</p>
<p>&#8221;Kalau pas di restoran <em>gitu</em>,<em> </em>saya minta beberapa irisan timun,&#8221; katanya. &#8221;Untuk bawang putih, saya minum biji ekstraknya satu biji tiap hari,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Selain makanan, rahasia sehat Zawawi ialah jalan-jalan. Di mana pun berada, Zawawi menyempatkan diri untuk jalan-jalan pagi. Saat menginap di Surabaya, misalnya, dia berjalan-jalan hingga ke Pasar Wonokromo. Dari penginapannya paling tidak jaraknya tiga kilometer. &#8221;Berangkat jalan, pulangnya juga jalan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Yang paling penting, lanjut Zawawi, guna menjaga kebugarannya, dia selalu menyediakan waktu untuk tidur siang. Biasanya, dia tidur siang sesaat setelah salat Duhur. &#8221;Sepuluh menit saja cukup. Setelah itu, badan jadi terasa segar,&#8221; tuturnya. <strong>(aga/ayi)</strong></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F07%2F01%2Fkalahkan-darah-tinggi-dengan-mentimun%2F';
  addthis_title  = 'Kalahkan+Darah+Tinggi+dengan+Mentimun';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/07/01/kalahkan-darah-tinggi-dengan-mentimun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Spesifikasi Produk SoyMilk Maker Kinichi</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/spesifikasi-produk-soymilk-maker-kinichi/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/spesifikasi-produk-soymilk-maker-kinichi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 04:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Susu Kedelai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/spesifikasi-produk-soymilk-maker-kinichi/</guid>
		<description><![CDATA[Product Specifications

Size: 9.2&#8243; x 7.4&#8243; x 13.6&#8243; (18.8cm x 23.4cm x 34.5cm)
Weight: 6.5 lbs (2.9kg)
Capacity: 1.6 quarts / 1.5 liters
Construction: Stainless Steel #304 from Japan
Microprocessor-controlled using Motorola CPU
Cycle Time: 13-15 minutes
Max Power: 400W
Voltage: 220-240V / 50 Hz




Components
Feeding Window: Add product into the filter cup.
Handle: Comfort fit handle for your convenience.
Power Indicator Light: Lights up when [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Product Specifications</h3>
<ul>
<li>Size: 9.2&#8243; x 7.4&#8243; x 13.6&#8243; (18.8cm x 23.4cm x 34.5cm)</li>
<li>Weight: 6.5 lbs (2.9kg)</li>
<li>Capacity: 1.6 quarts / 1.5 liters</li>
<li>Construction: Stainless Steel #304 from Japan</li>
<li>Microprocessor-controlled using Motorola CPU</li>
<li>Cycle Time: 13-15 minutes</li>
<li>Max Power: 400W</li>
<li>Voltage: 220-240V / 50 Hz</li>
</ul>
<table width="100%">
<tr>
<td>
<h3>Components</h3>
<p><strong>Feeding Window</strong>: Add product into the filter cup.</p>
<p><strong>Handle</strong>: Comfort fit handle for your convenience.</p>
<p><strong>Power Indicator Light</strong>: Lights up when power is connected, blinks with audio alert when automatic cycle is completed.</p>
<p><strong>Control Buttons:</strong> Start, Motor &amp; Heater.</p>
<p><strong> Power Socket</strong>: Water Sealed.</p>
<p><strong>Contact Power Switch:</strong> Cuts power when head is lifted.</p>
<p><strong>Liquid Temperature Probe</strong>: Senses temperature.</p>
<p><strong>Heater Element</strong>: Stainless Steel.</p>
<p><strong>Filter Cup</strong>: Stainless Steel.</p>
<p><strong>Water Fill Marks</strong>: Min 1300ml / Max 1500ml.</p>
<p><strong>Cooking Pot Cylinder</strong>: Stainless steel for your protection.</p>
<p><strong>Grinding Blade</strong>: Serrated stainless steel - never dulls.</p>
<p><strong>Electrode: </strong>Prevents milk from boiling over.</p>
<p><strong>Seal</strong>: Protects head of machine from water</td>
<td width="202"><img src="http://www.soymilkquick.com/assets/images/articles/products/head-small.jpg" alt="." width="200" border="1" height="163" /></p>
<p><img src="http://www.soymilkquick.com/assets/images/articles/products/diagram-small.jpg" alt="." width="200" border="1" height="264" /></td>
</tr>
</table>
<h3> <a href="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker_step1blue100.jpg"><img src="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker_step1blue40.jpg" alt="." width="106" height="126" /></a><img src="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker-information0.gif" alt="." width="40" height="40" /><a href="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker_step2blue100.jpg"><img src="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker_step2blue40.jpg" alt="." width="106" height="126" /></a><img src="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker-information0.gif" alt="." width="40" height="40" /><a href="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker-step3blue-100.jpg"><img src="http://www.soymilkquick.com/assets/images/product/steps/soy-milk-maker-step3blue-40.jpg" alt="." width="106" height="126" /></a> </h3>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F06%2F27%2Fspesifikasi-produk-soymilk-maker-kinichi%2F';
  addthis_title  = 'Spesifikasi+Produk+SoyMilk+Maker+Kinichi';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/spesifikasi-produk-soymilk-maker-kinichi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Tradisional Membuat Susu Kedelai</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/cara-tradisional-membuat-susu-kedelai/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/cara-tradisional-membuat-susu-kedelai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 04:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Susu Kedelai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/cara-tradisional-membuat-susu-kedelai/</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak suka susu sapi murni karena baunya amis. Kalaupun ada campuran rasa, yang saya suka cuman susu ultra rasa coklat. Itu saja. Merek lain kurang suka. Tapi beberapa tahun terakhir ini saya mulai menggemari susu kedelai.
Karena suka dan bahan bakunya relatif murah, saya jadi tertarik mencoba membuat susu kedelai sendiri.Saya tanyalah kesana-sini. Pada eksperimen-ekperimen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><p>Saya tidak suka susu sapi murni karena baunya amis. Kalaupun ada campuran rasa, yang saya suka cuman susu ultra rasa coklat. Itu saja. Merek lain kurang suka. Tapi beberapa tahun terakhir ini saya mulai menggemari susu kedelai.</p>
<p>Karena suka dan bahan bakunya relatif murah, saya jadi tertarik mencoba membuat susu kedelai sendiri.Saya tanyalah kesana-sini. Pada eksperimen-ekperimen sebelumnya kegagalan saya adalah ada endapan pada susu kedelai. Kadang susu masih terasa langu. Pernah juga waktu dimasak eh malah ada tahu di lapisan atas susu. Setelah beberapa kali gagal akhirnya saya memperoleh ramuan yang pas.</p>
<p>Senang akhirnya saya bisa menmperoleh ramuan yang pas. Ramuan yang pas itu adalah…</p>
<p>Bahan:<br />
1/2 gelas kedelai<br />
dua lembar daun pandan<br />
sebungkus vanili<br />
3 sendok makan gula pasir<br />
sedikit garam (kira-kira seujung sendok teh)<br />
sedikit maizena (kira-kira seujung sendok teh)<br />
4 gelas air (satu gelas untuk merendam kedelai dan sisanya untuk merebus kedelai)</p>
<p>Cara membuat:<br />
Rendam kedelai dengan segelas air selama semalam. Setelah itu tiriskan kedelai dan kupas kulit arinya. Kedelai yang sudah dikupas kulit arinya tersebut dicampur dengan semua bahan. Masak sehingga air mendidih. Setelah mendidih adonan didinginkan. Blender adonan tersebut. Saring adonan dengan kain. Susu kedelai siap disajikan.</p>
<p>Tips:<br />
Menyaring susu kedelai harus dengan kain. Kalau menyaringnya dengan saringan biasa maka serat kedelai masing bisa lolos melewati saringan.</p>
<p>oleh: <a href="mailto:rajalenim@gmail.com">rajalenim</a></p>
<p>Tips yang lainnya:</p>
<p><strong>Bahan-bahan: </strong></p>
<p>1. Kacang Kedelai - 1 kg<br />
2. Gula pasir - sesuai selera<br />
3. Garam - secukupnya<br />
4. Daun Pandan - dua helai</p>
<p><strong>Peralatan: </strong></p>
<p>1. Blender<br />
2. Kompor<br />
3. Panci<br />
4. Saringan kelapa (kain bersih)</p>
<p><strong>Cara pembuatan: </strong></p>
<p>1. Kedelai dicuci bersih lalu direndam di air bersih selama 6 - 9 jam, kira-kira sampai mengembang dan empuk. Gantilah airnya setiap 3 jam sekali.<br />
2. Setelah itu bilas dengan air bersih sampai bersih.<br />
3. Kemudian direbus sampai matang / agak empuk, tiriskan dan kemudian kupas kulitnya.<br />
4. Setelah agak dingin lalu diblender dengan perbandingan 8 liter air tiap 1 kg kedelai.<br />
5. Kemudian hasilnya disaring dengan saringan kelapa atau dengan kain yang bersih. Penyaringan dapat dilakukan beberapa kali agar susu yang dihasilkan lebih baik.<br />
6. Hasilnya berupa susu mentah kemudian direbus hingga mendidih sekali saja.<br />
7. Kecilkan api dan biarkan di atas api sampai kurang lebih 45 menit. Atau cukup sampai mengeluarkan asap tipis (tidak sampai mendidih).<br />
8. Sebelum mendidih tambahkan gula dan garam sesuai selera, juga masukkan daun pandan untuk penambah aroma.<br />
9. Setelah itu susu kedelai siap dihidangkan. Nikmat disantap hangat-hangat, segar bila sudah didinginkan.<br />
10. Susu kedelai bisa divariasikan rasa dan khasiatnya. Misalnya, bila untuk vitalitas dan stamina tubuh bisa ditambahkan madu dan serbuk ginseng saat memasaknya. Bila untuk ibu hamil dan menyusui bisa ditambahkah daun katuk. Begitulah, disesuaikan selera dan kebutuhan.</p>
<p>waaaahuuuu&#8230;.selamat mencoba</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F06%2F27%2Fcara-tradisional-membuat-susu-kedelai%2F';
  addthis_title  = 'Cara+Tradisional+Membuat+Susu+Kedelai';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/cara-tradisional-membuat-susu-kedelai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Pengawet Alami</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pilih-pengawet-alami/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pilih-pengawet-alami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 03:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengawet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pilih-pengawet-alami/</guid>
		<description><![CDATA[Pilih Pengawet Alami tapi&#8230;


PELARANGAN penggunaan formalin bagi produk makanan bukan berarti memupus harapan kita dan produsen makanan tradisional untuk memperpanjang umur simpan atau mengawetkan makanana. Banyak cara yang masih dapat dilakukan sehingga penggunaan bahan kimia berbahaya sebagai pengawet dapat diminimalisir.
BAHAN pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat kerusakan pada produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="4" face="Arial">Pilih Pengawet Alami tapi&#8230;<br />
</font></p>
<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:HZUhDMg4brGbEM:http://art.gnome.org/download/backgrounds/nature/3637/NATURE-AnotherFlower_1600x1200.jpg" alt="pengawet alami" width="150" height="113" /></p>
<p><font size="2" face="Arial">PELARANGAN penggunaan formalin bagi produk makanan bukan berarti memupus harapan kita dan produsen makanan tradisional untuk memperpanjang umur simpan atau mengawetkan makanana. Banyak cara yang masih dapat dilakukan sehingga penggunaan bahan kimia berbahaya sebagai pengawet dapat diminimalisir.<br />
BAHAN pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat kerusakan pada produk makanan itu, terutama kerusakan oleh mikroorganisme. Penggunaan pengawet ini biasanya dilakukan produsen makanan yang mudah rusak.<br />
Dengan bahan pengawet diharapkan makanan atau produk yang dihasilkan tetap terpelihara kesegarannya, dan juga mencegah dari kerusakan makanan atau bahan makanan. Dr Ir Filli Pratama, MSc (HONS), Dosen Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya mengatakan cukup banyak alternatif pengganti bahan kimia itu. Baik yang alami maupun sintentis. Daya awet keduanya tentu tidak sama dengan formalin. “Khusus untuk yang sintetis, harus dipilih pengawet yang dapat ditolerir tubuh manusia,” katanya.<br />
Bahan pengawet alami yang dapat dipergunakan untuk produk seperti tahu, antara lain kunyit (Curcuma longa Linn), jahe (Zingiber officinale Roscoe), dan minyak oleoresin. Sedangkan untuk pengawet sintetis yang diperbolehkan, antara lain asam benzoat, asam propianot, natrium benzoat, kalsium benzoat, natrium bisulfit, dan asam sorbat.<br />
“Apapun yang namanya pengawet, baik itu alami maupun sintetis pasti ada efek sampingnya,” kata Filli. Menurutnya, pengawet alami, biasanya dapat mengganggu flavour, warna, dan penampakan produk. Sedangkan pengawet sintetis, kalau digunakan secara berlebihan mempunyai efek samping bagi kesehatan.<br />
“Jadi kalau saya boleh sarankan, hal itu tak perlu dilakukan. Lebih baik pilih yang fresh (segar atau baru) saja,” kata Filli yang ditemui di Kampus Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya kemarin.<br />
Bahan sintetis yang paling aman untuk tubuh manusia dan mampu mengawetkan produk makanan tradisional, seperti tahu, contohnya asam benzoat. Tetapi bahan kimia ini tidak begitu saja dapat dipergunakan. Untuk mempergunakan asam benzoat pada produk makanan sangat ditentukan jenis produk. Karena jenis produk sangat mempengaruhi takaran pemakaiannya.<br />
Untuk pengawet alami, Filli mencontohkannya dengan dua jenis tanaman. Yaitu, kunyit dan jahe. Pada rimpang kunyit, terdapat senyawa anti bacterial (anti mikroorganisme) yang sering disebut dengan kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya.<br />
“Tetapi sekali lagi yang namanya pengawet pasti mempunyai efek samping. Kunyit dapat mempengaruhi warna dan rasa dari produk tersebut. Pada tahu, penambahan kunyit pasti merubah warna tahu menjadi kuning. Dari hasil penelitian pada tahu yang tidak mengandung pengawet, tahu kuning memang lebih awet dari tahu putih,” ungkapnya.<br />
Sedangkan untuk jahe, komponen bioaktif utamanya yaitu gingerol. Gingerol merupakan senyawa aktif yang tahan terhadap panas. Senyawa ini juga dapat berguna sebagai anti bacterial. “Pada jahe, ekstraknya memang tidak terlalu mempengaruhi warna produk. Penggunaan ekstrak jahe, terutama oloeresin jahe akan mempengaruhi rasa. Kalau konsumen tidak senang jahe memang susah. Tetapi akan lebih dari pada mengkonsumsi produk yang mengandung formalin,” kata Filli yang mengaku sedang melakukan penelitian untuk mencari solusi pengganti formalin. (cr1)</font></p>
<p>sumber: indomedia.com</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F06%2F27%2Fpilih-pengawet-alami%2F';
  addthis_title  = 'Pilih+Pengawet+Alami';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pilih-pengawet-alami/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kluwak, Pengawet Alami Ikan Segar</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/kluwak-pengawet-alami-ikan-segar/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/kluwak-pengawet-alami-ikan-segar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 03:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengawet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/kluwak-pengawet-alami-ikan-segar/</guid>
		<description><![CDATA[Kluwak, Pengawet Alami Ikan Segar

Pohon picung atau kluwak (jawa) banyak tersebar di seluruh nusantara. Selain sebagai bumbu masak dapur, biji buah picung juga bisa dimanfaatkan sebagai pengawet alami ikan segar. “Kombinasi 2 % biji buah picung dan 2% garam dari total berat ikan telah mampu mengawetkan ikan kembung segar selama 6 hari tanpa merubah mutu,” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nuraulia.multiply.com/reviews/item/1" title="Sumber">Kluwak, Pengawet Alami Ikan Segar</a></p>
<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:UWUhMKEAPCTscM:http://surabaya.indonetwork.co.id/pdimage/40/665740_kluwek.jpg" width="101" height="76" /><br />
Pohon picung atau kluwak (jawa) banyak tersebar di seluruh nusantara. Selain sebagai bumbu masak dapur, biji buah picung juga bisa dimanfaatkan sebagai pengawet alami ikan segar. “Kombinasi 2 % biji buah picung dan 2% garam dari total berat ikan telah mampu mengawetkan ikan kembung segar selama 6 hari tanpa merubah mutu,” ungkap Prof John Haluan, Guru Besar Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Senin (16/ 1) di Kampus IPB Darmaga.</p>
<p>Normalnya, ikan kembung segar yang disimpan di suhu kamar tanpa penambahan picung atau es hanya bisa bertahan 6 jam. Lebih dari itu, ikan tersebut akan busuk dan rusak. Hasil penelitian R.A Hangesti Emi Widyasari, mahasiswa S2 Program Studi Teknologi Kelautan Sekolah Pasca Sarjana IPB ini merupakan terobosan dalam mengatasi kesulitan pemerolehan dan menekan harga es batu. Disamping menghindari penggunaan larutan formalin yang berbahaya bagi kesehatan manusia.</p>
<p>Seorang nelayan untuk mempertahankan mutu ikan hasil tangkapannya membutuhkan es batu minimal 1 :1 berat ikan segar. “Bila ikan yang ditangkap 50 kg, maka nelayan membutuhkan es batu minimal 50 kg pula. Namun dengan memanfaatkan cacahan biji buah picung, nelayan hanya membutuhkan 1 kg cacahan biji buah picung untuk 50 kg ikan segar,” kata Hangesti.</p>
<p>Di pasaran 1 kilogram buah picung dihargai sekitar Rp 3000- Rp 4000,-. Pemanfaatan biji buah picung sudah dikenal secara tradisional nelayan Banten. Mereka melumuri ikan hasil ikan tangkapannya dengan cacahan biji buah picung. Setelah penyimpanan 6 hari ikan tersebut dapat langsung dimasak tanpa perlu penambahan bumbu.</p>
<p>Mekanismenya sederhana, pertama pengupasan biji picung, kedua dilakukan pencacahan daging biji picung, ketiga pencampuran picung dengan garam, keempat pelumuran (campuran picung &amp; garam pada ikan kembung segar, kelima pengemasan (dalam ember plastik tertutup, setiap hari dibuka selama 5 menit), keenam penyimpanan dalam suhu kamar. “Biji picung mengandung senyawa antioksidan dan golongan flavonoid. Senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai antikanker dalam biji picung antara lain : vitamin C, ion besi, dan B karoten. Sedangkan golongan flavonoid biji picung yang memiliki aktivitas antibakteri yakni asam sianida, asam hidnokarpat, asam khaulmograt, asam gorlat dan tanin,” jelas Hangesti.</p>
<p>Khusus senyawa asam sianida dan tanin, kedua senyawa inilah yang mampu memberikan efek pengawetan terhadap ikan. Asam sianida biji picung ini sangat beracun. Oleh karena itu, Hangesti mewanti-wanti agar tak melakukan proses pengawetan dihadapan ayam atau binatang ternak. Sebab bila asam sianida ini terhirup langsung hewan ternak bisa mengakibatkan kematian. “Meskipun asam sianida biji picung sangat beracun, tetapi mudah dihilangkan karena sifatnya mudah larut dan menguap pada suhu 26 derajat C, sehingga aman sebagai pengawet ikan,” kata tandas Hangesti (ris).</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F06%2F27%2Fkluwak-pengawet-alami-ikan-segar%2F';
  addthis_title  = 'Kluwak%2C+Pengawet+Alami+Ikan+Segar';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/kluwak-pengawet-alami-ikan-segar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengawet Alami Pengganti Formalin</title>
		<link>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pengawet-alami-pengganti-formalin/</link>
		<comments>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pengawet-alami-pengganti-formalin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 03:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sarikedelai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengawet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pengawet-alami-pengganti-formalin/</guid>
		<description><![CDATA[Pengawet Alami Pengganti Formalin Sudah Ada Sejak Dulu
Kasus ditemukannya formalin dalam beberapa produk makanan, tidak hanya menyadarkan masyarakat untuk lebih selektif dalam mengkonsumsi makanan, namun di sisi lain membuat kita meninjau kembali bagaimana seharusnya penggunaan pengawet dalam makanan dan produk olahan lainnya.
Hal ini juga menimbulkan wacana terhadap alternatif bahan pengawet yang lebih aman bagi kesehatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengawet Alami Pengganti Formalin Sudah Ada Sejak Dulu</p>
<p>Kasus ditemukannya formalin dalam beberapa produk makanan, tidak hanya menyadarkan masyarakat untuk lebih selektif dalam mengkonsumsi makanan, namun di sisi lain membuat kita meninjau kembali bagaimana seharusnya penggunaan pengawet dalam makanan dan produk olahan lainnya.</p>
<p>Hal ini juga menimbulkan wacana terhadap alternatif bahan pengawet yang lebih aman bagi kesehatan tubuh manusia.</p>
<p>Bahan pengawet memang dibutuhkan untuk mencegah aktivitas mikroorganisme ataupun mencegah proses peluruhan yang terjadi sesuai dengan pertambahan waktu, agar kualitas makanan senantiasa terjaga sesuai dengan harapan konsumen. Dengan demikian, pengawet diperlukan dalam pengolahan makanan, ramun kita harus tetap mempertimbangkan keamanannya. Hingga kini, penggunaan pengawet yang tidak sesuai rnasih sering terjadi dan sudah sedemikian luas, tanpa mengindahkan dampaknya terhadap kesehatan konsumen.</p>
<p>Sesuai SK Menkes Rl No.722 tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan, yang dimaksud bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau mengharnbat fermentasi, pengasamanan atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Menurut Food and Drugs Administration (FDA), keamanan suatu pengawet makanan harus mempertimbangkan jumlah yang mungkin dikonsumsi dalam produk makanan atau jumlah zat yang akan terbentuk dalam makanan dari penggunaan pengawet, efek akumulasi dari pengawet dalam makanan dan potensi toksisitas yang dapat terjadi dari pengawet jika dicerna oleh manusia atau hewan, termasuk potensi menyebabkan kanker . Pengawet tidak boleh digunakan untuk mengelabui konsumen dengan merubah tampilan makanan dari seharusnya. Contohnya pengawet yang mengandung sulfit dilarang digunakan pada daging karena zat tersebut dapat menyebabkan warna merah pada daging sehingga tidak dapat diketahui dengan pasti apakah daging tersebut merupakan daging segar atau bukan.</p>
<p>Pada hewan, formalin jelas bersifat karsinogenik karena dari penelitian rnenggunakan hewan percobaan yang dipaparkan formalin dengan konsentrasi 6 sampai 15 ppm selama 2 tahun ternyata formalin menginduksi squamous-cell carcinoma pada rongga hidung tikus dan mencit. Karena penggunaan formalin masih marak di masyarakat. Realitas yang ada pengawet masih tetap dibutuhkan, maka diperlukan adanya alternatif, lain yang dapat menggantikan formalin sebagai pengawet, salah satunya adalah biji Kepayang.</p>
<p>Biji Kepayang</p>
<p>Tanaman ini berasal dari tumbuhan Pangium edule dengan klasifikasi sebagai berikut ;</p>
<p>Divisio : Spermatophyta</p>
<p>Sub Divisio : Angiospermae</p>
<p>Kelas : Dikotiladonae</p>
<p>Bangsa : Cistales</p>
<p>Suku : Flacouritaceae</p>
<p>Genus : Pangium</p>
<p>Spesie : Pangium edule</p>
<p>Tanaman ini mempunyai beberapa nama sesuai daerah dimana tanaman ini berada. Dalam Bahasa Indonesia, disebut Kepayang, sedangkan menurut bahasa Melayu disebut Pangi. Sebutan lain untuk kepayang pada beberapa wilayah di Indonesia antara lain ;</p>
<p>1. Jakarta : Pucung</p>
<p>2. Sumatera Utara : Hapesong</p>
<p>3. Minangkabau : Kapayang, Lapencuang, Kapecong, Simaung</p>
<p>4. Lampung : Kayu tuba buah</p>
<p>5. Jawa Barat : Pacung, Picung</p>
<p>6. Jawa Tengah : Pakem</p>
<p>7. Bali dan Bugis : Pangi</p>
<p>8. Sumbawa dan Makasar : Kalowa</p>
<p>Pohon tanaman ini memiliki tinggi hingga 40 m dengan diameter batang 2,5 m. Jika melihat uraian diatas, maka dapat dikatakan tanaman ini tumbuh tersebar luas hampir di seluruh Nusantara. Kepayang mulai berbuah di awal musim hujan pada umur 15 tahun dengan jumlah 300 biji di setiap pohonnya .</p>
<p>Tanaman ini telah lama digunakan sebagai bahan pengawet ikan. Untuk dapat memanfaatkannya sebagai pengawet, biji dicincang halus dan dijemur selama 2-3 hari. Hasil cincangan tanaman ini kemudian dimasukkan ke dalam perut lkan laut yang telah dibersihkan isi perutnya. Cincangan biji Kepayang memiliki efektivitas sebagai pengawet ikan hingga 6 hari . Khusus untuk pengangkutan jarak jauh, tanaman ini dicampur garam, dengan perbandingan 1 bagian garam dan 3 bagian biji Kepayang.</p>
<p>Selain sebagai pengawet ikan, masih banyak kegunaan tanaman ini, misalnya kayunya dapat dipakai untuk batang korek api., daunnya digunakan sebagai obat cacing dan bijinya sebagai antiseptik. Kulit ,kayu yang diremas-remas dan ditaburkan diatas air dapat mematikan ikan (tuba ikan) maupun udang. Selain itu, inti biji yang digerus dapat digunakan untuk membersihkan kutu / caplak pada lembu. Namun, harus diperhatikan jangan sampai termakan oleh ternak pada saat dilakukan pengobatan karena mengandung asam sianida.</p>
<p>Cara menghilangkan asam sianida pada biji Kepayang adalah ; buah yang masak dan jatuh sendiri disimpan selama ? 10 - 14 hari sampai terlihat daging buahnya membusuk, lalu bijinya dipisahkan, dicuci dan direbus cukup lama, dinginkan selanjutnya ditumpuk dalam lubang di luar rumah, lalu ditutupi dengan daun pisang serta tanah. Biarkan biji terkubur selama 40 hari, setelah itu dikeluarkan dan dibersihkan. Akan diperoleh biji dengan isi warna coklat, berlemak, licin dan siap dijual ke pasar dengan nama kluwak. Pada daerah tertentu seperti di Sumatera Barat minyak yang dihasilkan biji kepayang dapat digunakan sebagai pengganti minyak kelapa. Minyak bening diperoleh dengan cara biji-biji yang sudah masak mula-mula direndam dalam air selama 2-3 jam lalu dikupas, noda hitam dalam inti biji dibuang . Setelah itu biji direndam dalam air selama 24 jam . Kemudian biji dijemur pada panas terik matahari hingga biji mengeluarkan minyak jika dipijit.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fsarikedelai.indoweblog.com%2F2008%2F06%2F27%2Fpengawet-alami-pengganti-formalin%2F';
  addthis_title  = 'Pengawet+Alami+Pengganti+Formalin';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sarikedelai.indoweblog.com/2008/06/27/pengawet-alami-pengganti-formalin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
