Hindari Mengeluh Sakit
Written by sarikedelai on July 1, 2008 – 9:56 am -
Banyak kekhawatiran yang sering muncul ketika usia mulai memasuki kepala lima. Takut sakit-sakitan, takut melihat kerut-kerut yang mulai muncul, sampai takut tak bisa menikmati hidup. Menurut Debra Maria Rumpesak, pakar aura and cakra healing, perasaan seperti itu justru malah mengantarkan orang semakin rentan terhadap penyakit.
“Kekhawatiran yang melanda orang-orang paro baya menyebabkan hidup menjadi tidak seimbang. Dampaknya stres dan akhirnya penyakit pun mudah menyerang,” ujar Debra.
Satu lagi kesalahan yang umumnya dilakukan warga Evergreen adalah kebiasaan mengeluhkan penyakit. Bahkan, beberapa di antara mereka sampai pada tingkat mendramatisasi penyakit itu.
“Kebiasaan tersebut dilakukan untuk mendapat simpati dari orang di sekitarnya. Padahal, penyakit yang diderita tergolong ringan. Akibatnya, penyakit yang mereka derita malah semakin parah,” lanjut lulusan Energy Healing Edgar Cayce Institute Virginia Beach, AS, itu.
Debra menambahkan, kebiasaan berkeluh kesah tersebut mampu memancing alam bawah sadar untuk bereaksi. “Di dalam tubuh kita terdapat 100.000 miliar sel. Jika kita terus membayangkan diri kita sakit, hasilnya, kita malah tambah sakit,” imbuhnya.
Selalu berpikiran dan membayangkan segala sesuatu dengan positif adalah awal untuk mencapai hidup sehat dan bahagia. Setelah itu, untuk menjaga kesegaran tubuh, relaksasi ala aura and cakra healing bisa diterapkan. Tingkat intensitas relaksasi bagi warga Evergreen disarankan lebih tinggi daripada orang-orang usia bawah 50 tahun.
“Disarankan bagi mereka, melakukan relaksasi sesering mungkin dalam keadaan apa pun. Relaksasi itu hampir sama dengan men-charge energi,” jelas Debra.
Kunci paling penting dalam hidup ialah menikmati apa yang dimiliki dan ikhlas. “Dengan sendirinya, alam semesta akan mengikuti perasaan positif itu,” tuturnya. JawaPos.(ken/ayi)

| Posted in »